Jumat, 03 Desember 2010

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1





Siapa pun yang sudah melahap habis tujuh buku Harry Potter pasti tahu bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows memiliki mood paling gelap dibanding enam buku sebelumnya. Sepertinya mood ini berhasil dipertahankan sutradara David Yates dalam adaptasi filmnya. Sepanjang film, nuansa gelap dan muram sangat terasa, mulai dari tone warna, dialog, hingga musik scoring. Sulit dipercaya bahwa sembilan tahun yang lalu seri film ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.
“Sulit dipercaya bahwa 9 tahun yang lalu seri ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.”

Tentunya film dibuat lebih "gelap" bukan tanpa alasan. Seri sebelumnya (Harry Potter and the Half-Blood Prince) diakhiri dengan kematian Albus Dombledore. Maka The Deathly Hallows dimulai dengan memperlihatkan kekacauan dunia sihir dan dunia muggle sepeninggal Dumbledore. Kementrian Sihir diambil alih Death Eater (alias Pelahap Maut), muggle dan penyihir "berdarah lumpur" ditangkap dan dibunuh, bahkan demi melindungi keluarganya, Hermione sampai harus menghapus dirinya dari ingatan kedua orang tuanya.

Kalau itu masih kurang "muram", di 30 menit pertama sudah ada satu tokoh yang tewas, dan satu lagi yang terluka parah. Bahkan pesta pernikahan Bill Weasley dengan Fleur Delacour pun tak berhasil menciptakan suasana suka cita di kediaman keluarga Weasley.

Dari situ, fokus film berpindah pada petualangan Harry, Ron, dan Hermione mencari dan menghancurkan horcrux. Horcrux adalah jimat berisi potongan jiwa Lord Voldemort -- total berjumlah tujuh buah -- yang jika semuanya berhasil dihancurkan, tamatlah riwayat Sang Pangeran Kegelapan. Tentunya mencari horcrux bukan hal yang mudah, karena tak ada satu pun dari mereka yang tahu apa bentuk horcrux-horcrux tersebut. Dan jika sudah berhasil ditemukan pun, tak ada yang tahu bagaimana cara menghancurkannya. “Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin berani”

Situasinya makin rumit karena kali ini tiga sekawan penyihir ini tak mendapat bantuan sama sekali dari pihak luar, bahkan dari keluarga mereka sendiri. Harry dkk terpaksa tinggal di tenda, berpindah-pindah tempat supaya tak mudah terlacak. Maklum saja, wajah Harry sudah tersebar di seluruh penjuru kota dalam selebaran bertuliskan 'Wanted'.

Masalah juga timbul saat Ron -- yang diam-diam jatuh cinta pada Hermione -- merasa cemburu dengan kedekatan Harry dan gadis pujaannya. Beban Ron di perjalanan ini memang tak ringan. Bukan saja merasa tersisih dari Harry dan Hermione yang sering menghabiskan waktu bersama, Ron juga tak pernah melepaskan pendengarannya dari siaran radio gerilya. Radio ini tak memutarkan musik, melainkan memberi informasi tentang siapa saja penyihir yang dinyatakan hilang, dan siapa saja yang terbunuh.

"Aku mendengarkan untuk memastikan nama Ginny, Fred and George, atau ibuku tak disebut," ujar Ron saat Harry memintanya mematikan radio.

Heart-breaking, isn't it?
Tapi jangan khawatir, di tengah segala kesedihan dan ketegangan film, kita masih akan dibuat tertawa dengan humor-humor khas Harry Potter. Pengocok perut paling utama tentu saja adalah Ron, yang dari dulu dikenal suka melontarkan pernyataan-pernyataan konyol. Belum lagi usahanya memikat hati Hermione yang bukan jadi romantis tapi malah mengundang tawa.

Lalu jika Anda masih membayangkan Harry dkk sebagai bocah-bocah imut siswa sekolah Hogwarts, hapuskan imej itu dari pikiran Anda. Daniel Radcliffe kini berusia 21 tahun, Rupert Grint -- pemeran Ron -- sudah pernah melakukan adegan sex di film Cherry Bomb (2009), sedangkan Emma Watson... Ah, masih perlukah saya beri tahu seperti apa rupa Emma Watson saat ini?

Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin "berani". Bukan lagi sekadar kecupan di bibir, tapi french kiss panjang dan penuh gairah, yang menampilkan Emma Watson topless.

Jadi jelaslah sudah, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I memang bukan film anak-anak. Logikanya sih, anak-anak SD yang dulu menonton Harry Potter and the Sorcerer's Stone di tahun 2001 pun kini telah beranjak remaja.

Oh ya, kenapa ada embel-embel "Part I" pada judul film? Tidak lain karena buku terakhir dari seri Harry Potter ini memang diangkat ke dalam dua film. Mungkin terlalu banyak detail yang tak boleh terlewatkan sehingga jika semuanya dimuat ke satu film bisa-bisa durasinya jadi lima jam. Maka berakhirlah Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I pada sebuah adegan klimaks yang menampilkan Lord Voldemort. Penonton pun dibuat geregetan dan penasaran karena harus menunggu sambungan ceritanya -- Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II -- yang baru akan dirilis Juli 2011.

http://id.omg.yahoo.com/blogs/harry-potter-and-the-deathly-hallows-part-i-bukan-film-anakanak-blog_editor-29.html

Ketika saya menonton pemutaran perdananya di Semarang banyak sekali penonton yang antusias dan tertawa setiap adegan Ron Weasley dan tentu saja semuanya bertepuk tangan di akhir film. Two thumbs for 'Harry Potter and the deathly Hallows Part 1' with director David Yates :)

Selasa, 17 Agustus 2010

HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA

Nggak kerasa ya negara kita udah memasuki umur 65 tahun . Kita harus nerusin jasa pahlawan yang udah gugur mendahului kita. Makanya jangan sia-siain yaa hehe. I ♥ INDONESIA .

On twitter:
#Indonesia65
✦✧✦✧✦✧✦⑧.⑰.⑩

█▐█▐▐▀▄▐▀█▐█▐▐▀▐▀░█▐▀█
█▐▐█▐░█▐░█▐▐█▐▀▐█▌█▐▄█
█▐▐█▐▄▀▐▄█▐▐█▐█░▄▌█▐░█
Ⓘⓝⓓⓔⓟⓔⓝⓓⓔⓝⓒⓔ✦Ⓓⓐⓨ #TwitterArt #140art

Sabtu, 07 Agustus 2010

Ulangan Pertama Tanpa 7a

Sabtu, 7 Agustus 2010

Oke hari ini ulangan sejarahku yg pertama di kelas yang baru.. pastinya 8D. Hari pertama kali ulangan tanpa 7a.. rasanya beda banget walaupun masih bisa nyontek tapi gimana gitu.. Aslinya hari ini ulangan semua mapel yaitu sejarah ekonomi fisika. Gurunya killer2 bookk. Ga bisa nyontek, tapi kalo pak noto (guru sejarah) masih bisa hehe. Di kelas aku gatau yg pinter siapa makanya kita gabisa njagain temen, belajar sendiri. Paginya aku rebutan soal ulangan anak 8a buat dibaca bareng mita. Eh malah diembat dia sendiri wkwk tapi masih sempet baca kok, kebiasaan kelasku kalo pagi mesti rame sama ada anak kelas lain datengin kelas kita siapa lagi kalo nggak gina haha tapi jarang deng. Pas ulangan eh ternyata soalnya sama persis kaya punya kelas lain ckck tapi tetep aja ga bisa dapet nilai 100 hahaha.

Habis ulangan sejarah kita mau ulangan ekonomi, sampe di kelas banyak yang belajar karena takut sama gurunya kalo ulangan gabisa nyontek. Eh habis ditungguin setengah jam ga dateng2 ya udah kita santai aja tinggal nunggu bel istirahat wkwk seneng banget rasanya haha.

Bukan cuma ekonomi, tapi masih ada fisika -,- ngebayangain soalnya aja sampe mau nangis (lebay mode: on) pas fisika kita takut banget masalahnya gurunya tu ga mau ngasih soal gampang tp yg bisa dikerjain ckck. Kita sampe ngbela2in ga jajan Cuma buat belajar fisika. Mau titip anak kelas lain beliin jajan pada ga mau semua, pelit benget deh haha. Pak tarsudi masuk kelas trus bilang ‘kalian mau nerima pelajaran dengan ikhlas ga karena ada nyanyi2an di luar?’ aslinya mau tak jawab nggak ikhlas tapi ga sopan gitu wkwk. Akhirnya kita ga ulangan karena sikon ga mendukung. Di luar kelas pada nyanyi2 buat rapat ckck. Makasih banget deh yang nyanyi di luar , gara2 kalian kita ga ulangan :D haha, tapi nanti kelasku ulangan pas puasa . males banget dah ckck.
Ya udah deh itu aja ceritaku hari ini, sebenernya masih ada cerita tentang gerak jalan tim smp3 pas lomba siang hari itu tapi nanti aja deh hehehe :)

Kamis, 17 Juni 2010

hal yang gak dilupain selama di 7a ? :p

apa ya.. banyak si..
pokoknya waktu rame bareng, ngerjain bu her, buat guru jengkel, ga nurut, contek2an, banyak deh ;)

Ask me anything